Akhir-akhir ini kita sering mendengar berita mengenai sebuah kota di daerah Jawa Timur ya apalagi kalau bukan Kota Jombang. Jombang yang lebih dikenal sebagai kota santri akhir-akhir ini ramai menjadi konsumsi publik dengan kejadian kejadian yang terjadi di wilayah jombang terutama yang fenomenal yaitu kasus Ryan sang jagal dan yang terakhir yaitu seorang anak kecil bernama Ponari yang katanya sanggup menyembuhkan orang sakit setelah memiliki batu yang akhir-akhir ini disebut batu petir.
Bagi yang belum tahu tentu bertanya-tanya dimanakah Jombang itu? bagi yang ingin berkunjung atau sekadar jalan-jalan atau yang sedang sakit ingin mencoba keampuhan dukun cilik Ponari , atau ingin mengetahui rumah Ryan sang jagal dari Jombang. Jombang adalah kabupaten yang terletak di bagian tengah Propinsi Jawa Timur Luas wilayahnya 1.159,50 km², dan jumlah penduduknya 1.165.720 jiwa (2005). Pusat kota Jombang terletak di tengah-tengah wilayah Kabupaten, memiliki ketinggian 44 meter di atas permukaan laut, dan berjarak 79 km (1,5 jam perjalanan) dari barat daya Surabaya ibu kota Provinsi Jawa Timur. Jombang memiliki posisi yang sangat strategis, karena berada di persimpangan jalur lintas selatan Pulau Jawa (Surabaya-Madiun-Jogjakarta), jalur Surabaya-Tulungagung, serta jalur Malang-Tuban.
Jombang sebelum terkenal seperti saat ini dikenal sebagai kota santri mengapa? Sebabnya karena banyaknya sekolah pendidikan Islam (pondok pesantren) di wilayah Jombang. Bahkan ada pameo yang mengatakan Jombang adalah pusat pondok pesantren di tanah Jawa karena hampir seluruh pendiri pesantren di Jawa pasti pernah berguru di Jombang. Di antara pondok pesantren yang terkenal adalah Tebuireng, Denanyar, Tambak Beras, dan Darul Ulum (Rejoso).
Selain Ryan dan Ponari kita tidak boleh melupakan tokoh-tokoh nasional yang lahir di kota Jombang diantaranya Presiden RI ke 4 KH.Abdurahman Wahid,KH Hasyim Asy'ari,KH Wahid Hasyim tokoh intelektual Islam Nurcholis madjid (Cak Nur ), Emha Aenun Najib (Cak Nun ),Muhaimin Iskandar, Yenny Wahid, Ustadz Abu Bakar Ba'asyir , Pak dhe saya juga lahir di Jombang lho dan banyak tokoh nasional lainnya .
Konon, kata "Jombang" merupakan akronim dari kata berbahasa Jawa "ijo" dan "abang". Ijo mewakili kaum santri (agamis), dan abang mewakili kaum abangan (nasionalis/kejawen). Kedua kelompok tersebut hidup berdampingan dan harmonis di Jombang. Bahkan kedua elemen ini digambarkan dalam warna dasar lambang daerah Kabupaten Jombang.
Sumber : Wikipedia
Jombang sebelum terkenal seperti saat ini dikenal sebagai kota santri mengapa? Sebabnya karena banyaknya sekolah pendidikan Islam (pondok pesantren) di wilayah Jombang. Bahkan ada pameo yang mengatakan Jombang adalah pusat pondok pesantren di tanah Jawa karena hampir seluruh pendiri pesantren di Jawa pasti pernah berguru di Jombang. Di antara pondok pesantren yang terkenal adalah Tebuireng, Denanyar, Tambak Beras, dan Darul Ulum (Rejoso).
Selain Ryan dan Ponari kita tidak boleh melupakan tokoh-tokoh nasional yang lahir di kota Jombang diantaranya Presiden RI ke 4 KH.Abdurahman Wahid,KH Hasyim Asy'ari,KH Wahid Hasyim tokoh intelektual Islam Nurcholis madjid (Cak Nur ), Emha Aenun Najib (Cak Nun ),Muhaimin Iskandar, Yenny Wahid, Ustadz Abu Bakar Ba'asyir , Pak dhe saya juga lahir di Jombang lho dan banyak tokoh nasional lainnya .
Konon, kata "Jombang" merupakan akronim dari kata berbahasa Jawa "ijo" dan "abang". Ijo mewakili kaum santri (agamis), dan abang mewakili kaum abangan (nasionalis/kejawen). Kedua kelompok tersebut hidup berdampingan dan harmonis di Jombang. Bahkan kedua elemen ini digambarkan dalam warna dasar lambang daerah Kabupaten Jombang.
Sumber : Wikipedia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar