Senin, 09 Februari 2009

BEKERJA ADALAH REKREASI ( terinspirasi Who Moved My Cheese? )


Terinspirasi dari sebuah buku berjudul Who Moved My Cheese karya Dr.Spencer Johnson dimana versi aslinya dalam bahasa inggris. Saya sendiri membaca baru beberapa hari yang lalu, itupun melalui E-book.. biasa gratisan

Who Moved My Cheese, bisa diterjemahkan secara bebas yaitu "Siapa yang memindahkan Keju saya" buku ini sebenarnya bukan buku baru tetapi isinya masih relevan untuk kita baca sampai hari ini. Jika temen-temen sedang bingung menentukan pilihan, misalnya karir , jodoh, jurusan kuliah, dan lain - lain maka buku ini bisa menjadi salah satu referensi bahkan sumber inspirasi untuk menentukan pilihan.

Who Move My Cheese mudah dibaca dan dicerna , karena tulisannya besar-besar dan lebih mirip buku cerita anak anak yang menceritakan 4 tokoh yaitu 2 ekor tikus bernama Sniff dan Scurry dan 2 orang kurcaci bernama Hem dan Haw. Sniff dan Scurry mewakili karakter yang penuh keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru, sedangkan Hem dan Haw mewakili karakter yang terbiasa dengan zona kenyamanan.

Pada awalnya keempat tokoh ini hidup bersama dalam sebuah tempat yang sama dalam sebuah labirin, yang berisi dengan Cheese yang cukup banyak. Hem dan Haw merasa sangat nyaman, ketika tinggal dalam Labirin ini, akan tetapi Sniff dan Scurry merasa tidak nyaman dan terus menerus mencari labirin baru, yang berisi Cheese yang lebih enak dan lebih baik. Meskipun sering mengalami kesalahan atau tersesat dalam labirin-labirin yang lebih gelap. Akhirnya Sniff dan Scurry berhasil menemukan tempat yang baru yang lebih baik.

Dari buku yang sederhana dapat diambil Pesan moralnya yaitu jelas: jangan sekali-kali kita merasa nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi perubahan dan tantangan yang lebih besar. Mereka yang tidak mau berubah, dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas waktu.

Setelah membaca buku itu, entah mengapa ada dorongan luar biasa yang menghentak-hentak di dalam dada. Ada gairah yang luar biasa yang mendorong saya Keluar dari labirin yang selama ini membuat saya sangat nyaman karena setiap hari keju itu sudah tersedia di depan mata. Saya juga ingin mengikuti lentera jiwa saya. Memilih arah sesuai panggilan hati. Saya ingin berdiri Sendiri (tapi belum terwujud)

Dalam perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang yang merasa tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Uang dan jabatan ternyata tidak membuatnya bahagia. Tetapi dia takut untuk melompat. Takut untuk memulai dari bawah. Dia merasa tidak siap jika kehidupan ekonominya yang sudah mapan berantakan. Maka dia menjalani sisa hidupnya dalam dilema itu. Dia tidak bahagia.(termasuk saya sendiri)

Saya juga menemukan banyak mahasiswa yang tidak happy dengan jurusan yang mereka tekuni sekarang. Ada yang mengaku waktu itu belum tahu ingin menjadi apa, ada yang jujur bilang ikut-ikutan pacar (yang belakangan ternyata putus juga) atau ada yang karena solider pada Teman. Tetapi yang paling banyak mengaku jurusan yang mereka tekuni sekarang -- dan membuat mereka tidak bahagia -- adalah karena mengikuti keinginan orangtua.

Dalam TAYANGAN KICK ANDY episode Lentera Jiwa kita melihat orang-orang yang berani mengambil keputusan besar dalam hidup mereka. Ada Bara Patirajawane, anak diplomat dan lulusan Hubungan Internasional, yang pada satu titik mengambil keputusan drastis untuk berbelok arah dan menekuni dunia masak memasak. Dia memilih menjadi koki. Pekerjaan yang sangat dia sukai dan menghantarkannya sebagai salah satu pemandu acara masak-memasak di televisi dan kini memiliki restoran sendiri. Saya sangat bahagia dengan apa yang saya
kerjakan saat ini, ujarnya. Padahal, orangtuanya menghendaki Bara mengikuti jejak sang ayah sebagai dpilomat.

Juga ada Wahyu Aditya yang sangat bahagia dengan pilihan hatinya untuk menggeluti bidang animasi. Bidang yang menghantarkannya mendapat beasiswa dari British Council. Kini Adit bahkan membuka sekolah animasi. Padahal, ayah dan ibunya lebih menghendaki anak tercinta mereka mengikuti jejak sang ayah sebagai dokter.Simak juga bagaimana Gde Prama memutuskan meninggalkan posisi puncak sebuah perusahaan jamu dan jabatan komisaris di beberapa perusahaan. Konsultan manajemen dan penulis buku ini memilih tinggal di Bali dan bekerja untuk dirinya sendiri sebagai public speaker.

Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam kehidupan yang singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak yang tidak tahu bagaimana cara mencapainya.

Karena itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yang dicintainya. Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu gembira dalam menikmati hidup. Mengutip ucapan Yon Koeswoyo salah satu personal Koes Plus "Bagi saya, bekerja itu seperti rekreasi". Gembira terus. Nggak ada capeknya, dalam usianya menjelang 68 tahun, Yon tampak penuh enerji. Dinamis. Sungguh luar biasa. Semua karena saya mencintai pekerjaan saya. Musik adalah dunia saya. Cinta saya.Hidup saya, katanya.

Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka yang sudah mencapai taraf bekerja adalah ber-rekreasi. Sebab mereka sudah menemukan lentera jiwa mereka.

sumber:
http://www.kickandy.com// dan sumber lainnya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar